perbedaan-kerjasama-dan-konflik-dalam-sosiologi

Perbedaan Kerjasama Dan Konflik Dalam Sosiologi

Perbedaan kerjasama dan konflik dalam sosiologi adalah bahwa kerja sama mengacu pada dua orang atau lebih yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama, sedangkan konflik adalah tindakan yang disengaja di mana satu orang atau kelompok berusaha untuk menggagalkan tindakan orang lain.

Proses sosial mengacu pada perubahan yang konsisten dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Kerjasama dan konflik adalah dua proses sosial yang paling umum dan stabil dalam masyarakat.

Ini adalah interaksi sosial karena mereka terjadi antara individu dalam masyarakat.

Baca juga: Perbedaan Durkheim dan Merton Anomie

Apa itu Kerjasama dalam Sosiologi

Dalam sosiologi, kerjasama mengacu pada dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Kebutuhan akan kerja sama dalam kehidupan manusia merupakan kebutuhan psikologis dan sosial. Kerjasama melibatkan baik tujuan bersama atau tujuan akhir dan upaya terorganisir. Kita dapat mengkategorikan kerjasama dalam sosiologi menjadi dua kelompok yang berbeda:

Kerjasama Langsung

Kerjasama langsung terjadi ketika orang melakukan tindakan yang sama bersama-sama; misalnya, bertani di ladang yang luas atau membawa beban bersama-sama. Ciri utama dari jenis kerjasama ini adalah bahwa tugas atau kegiatan ini tidak dapat diselesaikan sendiri atau sendiri-sendiri.

Kerjasama Tidak Langsung

Kerjasama tidak langsung terjadi ketika orang melakukan kegiatan yang berbeda, tetapi mereka semua berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama. Sebagai contoh, mari kita lihat konstruksi rumah – satu orang mungkin bekerja di atap, yang lain bekerja di lantai, dll. Kegiatan ini juga dapat terjadi pada waktu yang berbeda.

Kita juga dapat mengkategorikan kerjasama sebagai primer, sekunder, dan tersier. Kerjasama primer terjadi dalam kelompok primer seperti teman dan keluarga dan melibatkan interaksi tatap muka. Kerjasama sekunder, di sisi lain, terjadi antara kelompok seperti pemerintah dan individu, sedangkan kerjasama tersier terjadi antara kelompok atau individu yang sebaliknya bersaing satu sama lain.

Apa itu Konflik dalam Sosiologi

Konflik adalah kebalikan dari kerjasama. Konflik adalah tindakan yang disengaja di mana satu orang mencoba untuk menggagalkan tindakan orang lain. Ini juga dapat melibatkan satu kelompok orang yang mencoba menggagalkan tindakan kelompok lain. Sosiolog Max Weber menggambarkan konflik sebagai berikut:

“Suatu hubungan sosial akan disebut konflik sejauh suatu tindakan di dalamnya berorientasi pada kesengajaan untuk melakukan kehendak pelakunya sendiri terhadap perlawanan pihak atau pihak lain.”

Seperti halnya kerjasama, konflik juga merupakan kualitas yang melekat pada manusia dan masyarakat manusia.

Konflik biasanya terjadi ketika satu kelompok menentang nilai dan norma kelompok lain atau berusaha untuk menegaskan dominasinya. Konflik biasanya melibatkan kebencian, kebencian, penghinaan, dan permusuhan dan bahkan dapat meningkat menjadi kekerasan fisik. Mereka juga dapat menyebabkan konfrontasi langsung. Beberapa konflik, bagaimanapun, dapat menyebabkan perubahan positif dalam masyarakat. Misalnya, penghapusan kebiasaan sosial regresif seperti pernikahan anak.

Perbedaan Kerjasama Dan Konflik Dalam Sosiologi

  • Kerjasama mengacu pada dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, sedangkan konflik adalah tindakan yang disengaja di mana satu orang atau kelompok berusaha untuk menggagalkan tindakan orang lain.
  • Dalam kerjasama, individu bekerja sama, sedangkan dalam konflik, individu bekerja melawan satu sama lain.
  • Dalam kerja sama, orang bekerja menuju tujuan bersama, tetapi dalam konflik, tidak ada pencapaian tujuan bersama.

Kesimpulan

Kerjasama mengacu pada dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, sedangkan konflik adalah tindakan yang disengaja di mana satu orang atau kelompok berusaha untuk menggagalkan tindakan orang lain. Perbedaan utama antara kerja sama dan konflik dalam sosiologi adalah bahwa dalam kerja sama, individu bekerja bersama, sedangkan dalam konflik, individu bekerja melawan satu sama lain.

Baca juga: Perbedaan Digital Nomad dan Freelance

Sekian pembahasan mengenai perbedaan kerjasama dan konflik dalam sosiologi, semoga informasi ini dapat memberikan Anda manfaat.

Silahkan share artikel ini agar manfaatnya tersebar luas, Jika ada yang ingin di tanyakan silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah ini.

Terimakasih sudah berkunjung ke Istanbulmedia.net