perbedaan-durkheim-dan-merton-anomie

Perbedaan Durkheim dan Merton Anomie

Perbedaan Durkheim dan Merton anomie adalah bahwa teori anomie Durkheim menggambarkan kurangnya kohesi dan solidaritas sosial yang sering datang dengan perubahan sosial yang cepat sedangkan teori anomie Merton terutama menggambarkan bagaimana anomie mengarah pada penyimpangan dan kejahatan di masyarakat.

Anomie mengacu pada kurangnya standar sosial atau etika dalam kelompok atau individu. Istilah ini kadang-kadang dipahami sebagai ketiadaan norma.

Emile Durkheim adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah anomie. Kemudian, sosiolog Amerika Robert K. Merton mengembangkan dan memperluas teori ini.

Baca juga: Perbedaan Digital Nomad dan Freelance

Apa itu Durkheim Anomie?

Sosiolog Perancis Emile Durkheim adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah anomie. Durkheim pertama kali menyebutkan konsep anomie dalam karyanya tahun 1893 “The Division of Labor in Society”. Dia juga menggambarkan konsep ini dalam karyanya tahun 1987 “Suicide”. Jika kita menganalisis konsep anomie dalam semua karyanya, konsep ini akan menjadi agak ambigu dan kontradiktif.

Dalam “The Division of Labor in Society”, ia mengeksplorasi topik pembagian kerja anomik, sebuah fenomena yang melibatkan pembagian kerja yang tidak teratur di mana beberapa kelompok tidak lagi cocok seperti di masa lalu.

Durkheim menjelaskan hal ini sebagai akibat dari industrialisasi di negara-negara Eropa dan perubahan sifat pekerjaan seiring dengan perkembangan pembagian kerja yang lebih kompleks. Ia juga menggunakan konsep solidaritas mekanik dan solidaritas organik untuk menjelaskan anomie.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa anomie tidak terjadi dalam solidaritas organik karena merupakan bentuk solidaritas heterogen yang memungkinkan pembagian kerja berkembang sesuai kebutuhan sehingga tidak ada yang tertinggal dan semua individu memainkan peran yang berarti.

Dalam karyanya tahun 1938 “Suicide”, Durkheim juga mengeksplorasi konsep anomie. Dia berargumen bahwa bunuh diri anomik adalah akibat dari orang-orang yang mengambil nyawa mereka sendiri karena rusaknya standar sosial yang penting untuk mengatur perilaku.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ketika suatu sistem sosial berada dalam keadaan anomie, nilai-nilai umum, etika, atau makna tidak lagi berlaku atau diterima, dan standar atau nilai-nilai baru belum dikembangkan. Dalam masyarakat seperti itu, banyak individu merasakan kesia-siaan, kurangnya tujuan, putus asa, dan kekosongan emosional. Hal ini juga dapat berdampak pada rusaknya ikatan sosial atau komunitas.

Apa itu Merton Anomie?

Pada tahun 1938, sosiolog Amerika Robert K. Merton menghubungkan konsep anomie dengan penyimpangan dan menciptakan teori regangan struktural. Ini menjelaskan bagaimana anomie menghasilkan penyimpangan dan kejahatan.

Menurut teori ini, ketika masyarakat tidak memberi orang sarana yang sah untuk mencapai tujuan yang bernilai budaya, mereka mencari cara alternatif untuk keluar dari norma dan mencapai tujuan mereka.

Misalnya, jika masyarakat tidak menyediakan cukup pekerjaan yang akan membantu orang untuk bertahan hidup, banyak yang akan berubah menjadi metode kriminal atau tidak sah untuk mendapatkan uang. Oleh karena itu, menurut Merton, penyimpangan dan kejahatan adalah akibat dari keadaan anomik yang tidak teratur.

Perbedaan Durkheim dan Merton Anomie

  • Teori Durkheim tentang anomie mengacu pada ketiadaan norma serta kurangnya kohesi sosial dan solidaritas yang sering datang dengan perubahan sosial yang cepat. Teori anomie Merton, di sisi lain, adalah perpanjangan dari anomie Durkheim dan terutama menggambarkan bagaimana anomie mengarah pada penyimpangan dan kejahatan.
  • Menurut Durkheim, anomie adalah ketiadaan norma, yang merupakan akibat dari kurangnya kohesi sosial dan solidaritas yang biasanya menyertai perubahan sosial yang cepat. Namun, menurut teori anomie Merton, kebanyakan orang berusaha mencapai tujuan yang bernilai budaya. Ketika masyarakat tidak memberi orang sarana yang sah untuk mencapai tujuan yang bernilai budaya, mereka mencari cara alternatif untuk melanggar norma dan mencapai tujuan mereka, yang mengakibatkan kejahatan dan penyimpangan.

Kesimpulan

Teori anomie Durkheim menggambarkan kurangnya kohesi sosial dan solidaritas yang sering datang dengan perubahan sosial yang cepat, sedangkan teori anomie Merton terutama menggambarkan bagaimana anomie mengarah pada penyimpangan dan kejahatan di masyarakat. Jadi, inilah perbedaan utama antara Durkheim dan Merton anomie.

Baca juga: Perbedaan Filsafat dan Psikologi

Sekian pembahasan mengenai perbedaan durkheim dan merton anomie, semoga informasi ini dapat memberikan Anda manfaat.

Silahkan share artikel ini agar manfaatnya tersebar luas, Jika ada yang ingin di tanyakan silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah ini.

Terimakasih sudah berkunjung ke Istanbulmedia.net