perbedaan-filsafat-dan-psikologi

Perbedaan Filsafat dan Psikologi

Perbedaan Filsafat dan Psikologi – Orang cenderung mengacaukan istilah filsafat dan psikologi, meskipun ada perbedaan di antara keduanya dan harus dipandang sebagai dua cabang pengetahuan yang berbeda. Menarik untuk dicatat bahwa keduanya tergolong seni biasa.

Filsafat berkaitan dengan studi tentang hakikat kehidupan dan kehidupan akhirat. Di sisi lain, Psikologi berkaitan dengan studi tentang pikiran dan perilakunya. Inilah perbedaan utama antara Filsafat dan Psikologi.

Artikel ini mencoba menyoroti perbedaan antara dua disiplin ilmu psikologi dan filsafat sambil memberikan pemahaman tentang masing-masing cabang pengetahuan.

Baca juga: Perbedaan Jurnalis Dan Reporter

Apa itu Filsafat?

Filsafat dapat didefinisikan sebagai bidang studi yang berhubungan dengan hakikat kehidupan dan kehidupan akhirat. Seorang filsuf mengeksplorasi berbagai kemungkinan untuk menetapkan kebenaran tentang asal usul alam semesta dan sifat jiwa. Ada berbagai aliran filsafat.

Filsafat Timur dan Filsafat Barat adalah dua variasi tersebut. Filsafat Timur berbeda dengan filsafat Barat. Pemikiran filosofis berpusat pada misteri kehidupan dan realitas jiwa. Jiwa individu dianggap abadi menurut beberapa aliran pemikiran.

Menurut aliran pemikiran filosofis lainnya, jiwa tidak ada sama sekali. Sangat menarik untuk dicatat bahwa filsafat juga berhubungan dengan teori sebab-akibat. Ini berkaitan dengan penyebab instrumental untuk penciptaan alam semesta dan kehidupan di dalamnya.

Faktanya, setiap sistem filsafat berbeda dalam pendekatannya ketika berhubungan dengan teori sebab-akibat. Filsafat juga berurusan dengan hubungan manusia dengan Yang Mahakuasa dan kekuatan tertinggi yang bertanggung jawab atas penciptaan kehidupan di alam semesta ini.

Ini mempelajari dengan aspek metafisik alam dan menyelidiki kehidupan setelah kematian. Sekarang mari kita perhatikan bidang psikologi.

Apa itu Psikologi?

Psikologi dapat didefinisikan sebagai bidang studi yang mendalami perilaku dan proses mental manusia. Jadi, ini berhubungan dengan pikiran dan transformasinya. Seorang psikolog mencoba memahami fungsi pikiran dalam perilaku sosial.

Ini juga mengeksplorasi proses neurobiologis yang memandu perilaku mental. Psikologi membantu dalam pembentukan berbagai kebenaran filosofis melalui kesimpulan logis. Ini melibatkan kecerdasan logis. Namun, harus disebutkan bahwa psikologi berakar pada filsafat juga.

Ketika berbicara tentang psikologi, terutama ada sejumlah aliran pemikiran. Strukturalisme, Behaviorisme, Psikologi Gestalt, Psikoanalisis, Aliran pemikiran humanistik dapat diidentifikasi sebagai beberapa aliran pemikiran yang terkenal.

Di setiap sekolah, pandangan baru, untuk memahami pikiran dan perilaku manusia, disajikan. Sebagai contoh, dalam Psikoanalisis Sigmund Freud menekankan pentingnya ketidaksadaran dalam mengubah perilaku manusia.

Di sisi lain, Behavioris sepenuhnya mengabaikan pentingnya pikiran dan memperhatikan perilaku manusia. Mereka percaya bahwa perilaku lebih penting karena dapat diamati. Psikologi adalah bidang studi yang berkembang dan memiliki sejumlah cabang, melayani semua aspek kehidupan manusia.

Misalnya, psikologi perkembangan mempelajari pertumbuhan individu, sedangkan psikologi pendidikan mempelajari aktivitas individu yang terkait dengan pembelajaran. Masih banyak lagi sub disiplin ilmu seperti psikologi sosial, psikologi kognitif, psikologi abnormal, psikologi organisasi, dll.

Sekarang mari kita rangkum perbedaannya dengan cara berikut.

Perbedaan Filsafat dan Psikologi

Filsafat bisa dibilang menopang semua ilmu, termasuk psikologi, dan dengan demikian kedua disiplin ilmu tersebut tumpang tindih sampai batas tertentu. Namun, meskipun kedua badan pengetahuan tersebut meneliti orang dan kehidupan, aspek yang menjadi fokus masing-masing disiplin ilmu sangat berbeda. Artinya, ketika filsafat berusaha memahami keberadaan kehidupan manusia, psikologi berusaha memahami perilaku manusia.

Terlepas dari topik yang dicakup masing-masing bidang, filsafat dan psikologi juga berbeda dalam hal metode yang mereka gunakan untuk menjawab pertanyaan. Filsafat melihat ke dalam bidang-bidang seperti kehidupan setelah kematian melalui pertanyaan dan jawaban, dan tidak akan pernah menghasilkan satu jawaban yang benar.

Sebaliknya, psikologi menggunakan metode ilmiah untuk memahami perilaku manusia. Ini melibatkan pengujian hipotesis yang menghasilkan kesimpulan logis, didukung oleh pengamatan dan data fisik.

Lebih jauh, filosofi dan psikologi berbeda dalam kesempatan kerja. Jurusan Filsafat dapat dipekerjakan sebagai guru, peneliti, penulis, dan pembicara akademik. Sebaliknya, psikolog mampu bekerja di berbagai bidang.

Mereka dapat menjadi psikolog klinis yang mendiagnosis dan mengobati kondisi kesehatan mental, atau mereka dapat menjadi psikolog konseling yang memberikan nasihat kepada orang-orang tentang berbagai masalah. Psikolog juga dapat menjadi pembicara akademik, dosen perguruan tinggi, penulis, dan peneliti.

Baca juga: Perbedaan Oxford Dan Cambridge

Sekian pembahasan mengenai perbedaan filsafat dan psikologi, semoga informasi ini dapat memberikan Anda manfaat.

Silahkan share artikel ini agar manfaatnya tersebar luas, Jika ada yang ingin di tanyakan silahkan bertanya pada kolom komentar dibawah ini.

Terimakasih sudah berkunjung ke Istanbulmedia.net