transduser

Transduser: Definisi, Fungsi, Klasifikasi Dan Contohnya

Ada berbagai komponen listrik dan elektronik yang digunakan untuk membuat rangkaian dan proyek salah satunya transduser. Transducer berasal dari kata “traducere” dalam bahasa Latin yang berarti mengubah. Sehingga transduser dapat didefinisikan sebagai suatu peranti yang dapat mengubah suatu energi ke bentuk energi yang lain dengan adanya perubahan listrik.

Apa Itu Transduser

Apa itu transduser? Transducer (Transduser) adalah suatu alat yang dapat mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi lainnya. Bentuk-bentuk energi tersebut diantaranya seperti Energi Listrik, Energi Mekanikal, Energi Elektromagnetik, Energi Cahaya, Energi Kimia, Energi Akustik (bunyi) dan Energi Panas.

Pada umumnya, semua alat yang dapat mengubah atau mengkonversi suatu energi ke energi lainnya dapat disebut sebagai Transduser (Transducer).

Bagian masukan dari transduser disebut sensor, karena bagian ini dapat mengindera suatu kuantitas fisik tertentu dan mengubahnya menjadi bentuk energi yang lain. Kita mengenal ada enam macam energi, yaitu : radiasi, mekanik, panas, listrik, dan kimia serta magnetik.

Fungsi Transduser

Fungsi transduser memiliki beragam fungsi khusus pada rangkaian elektronika. Tergantung dari tujuan sistem elektronika tersebut, fungsi transducer juga dapat disesuaikan.

Misalnya, ketika kalian ingin membuat sistem keamanan pintu, maka kalian bisa mengubah transducer seperti ultrasonik sensor yang mendeteksi orang yang masuk keluar pintu. Hasil deteksi tersebut akan diubah menjadi signal elektrik yang nantinya bisa kalian proses.

Prinsip Kerja Transduser

Prinsip Kerja Transduser adalah dengan mengubah energi menjadi bentuk sinyal elektronik dan begitu pula sebaliknya. Jika sebelumnya sudah dikatakan bahwa sensor merupakan transducer maka kita akan melihat kenapa pernyataan tersebut betul melalui pembagian jenis transduser.

Jenis Transduser

Berasarkan pembagiannya, Transduser di bagi menjadi dua jenis yaitu:

  1. Transduser Input
  2. Transduser Output

Transduser Input

Transduser input mengubah energi yang diterima menjadi sinyal elektronik. Itulah sebabnya mengapa sensor adalah bagian dari transducer. Sebab sensor menerima trigger berupa bentuk bentuk energi dan kemudian menerjemahkannya menjadi sinyal baik itu analog maupun digital.

Tapi apa yang membedakan sebuah sensor dan transducer secara umum? Perbedaan antara keduanya lebih ditekankan ke fungsi dari komponen itu sendiri.

Sensor hanya mengubah energi dan trigger yang diterima menjadi suatu nilai yang dapat dibaca dan diolah, sementara transducer lebih menekankan ke perubahan energi. Akselerometer, barometer, giroskop adalah contoh sensor sedangkan termistor, dan termokopel adalah contoh transducer .

Transduser Ouput

Transduser ouput mengubah sinyal listrik menjadi energi dalam bentuk lainnya. Contoh paling mudah, sebuah lampu dapat dikatakan sebagai sebuah transducer sebab lampu dapat mengubah energi listrik menjadi energi cahaya dan panas.

Transducer ouput mentransfer sinyal keluar dari domain listrik dan ke domain yang dapat dirasakan oleh salah satu dari lima indera manusia. Sejumlah besar daya biasanya diperlukan untuk mentransfer informasi keluar dari domain listrik.

Klasifikasi Transduser

Berdasarkan sumber energi yang digunakan transduser diklasifikasikan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

  1. Self Generating Transduser
  2. External Power Transduser

Self Generating Transduser

Self Generating Transduser adalah transduser yang hanya memerlukan satu sumber energi disebut Self Generating Transduser. Artinya transduser ini tidak membutuhkan sumber energi dari luar yang lain.

Contohnya seperti transduser piezoelektrik, termokopel, termistor, fotovoltaik, dan sebagainya. Ciri-ciri dari transduser ini adalah dihasilkannya energi listrik dari transduser secara langsung. Dalam hal ini transduser sebagai penghasil tegangan.

External Power Transduser

External power transduser adalah transduser yang memerlukan sejumlah enegi dari luar untuk bekerja dan menghasilkan keluarannya. Contohnya seperti RTD (Resistance Thermal Detector), Potensiometer, LVDT (Linier Variabe Differential Transformer), NTC dan sebagainya.

Macam macam Transduser Dan Contohnya

Berdasarkan Aplikasinya, Transduser dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah :

  1. Transducer Electromagnetic, seperti Antenna, Tape Head/Disk Head, Magnetic Cartridge.
  2. Transducer Electrochemical, seperti Hydrogen Sensor, pH Probes.
  3. Transducer Electromechanical, seperti Rotary Motor, Potensiometer, Air flow sensor, Load cell.
  4. Transducer Electroacoustic, seperti Loadspeaker, Earphone, Microphone, Ultrasonic Transceiver.
  5. Transducer Electro-optical, seperti Lampu LED, Dioda Laser, Lampu Pijar, Tabung CRT.
  6. Transducer Thermoelectric, seperti komponen NTC dan PTC, Thermocouple

Pertanyaan Seputar Transduser